Senin, 16 Januari 2017

Menanamkan Nilai-Nilai Liberal Dalam Pendidikan

Pendidikan sampai saat ini, masih menjadi permasalahan mendasar yang kian meluas dan tak kunjung terselesaikan di negeri kita ini. Sistem yang berganti-ganti, mutu pendidikan yang rendah, kurangnya kesejahteraan guru, serta moral pelajar yang ambruk adalah beberapa indikator utama yang menunjukan kegagalan mendasar dari penyelenggaraan pendidikan di Indonesia. Melihat posisi pendidikan, yang merupakan suatu bidang mendasar dalam suatu peradaban, tentunya memiliki pengaruh yang besar dalam menentukan tinggi atau rendahnya, suatu peradaban. Dengan kata lain peradaban yang tinggi, haruslah dibangun dengan fondasi pendidikan yang baik.
                  Dalam perkembangannya pendidikan Indonesia telah mengalami beberapa kali perubahan pada kurikulumnya. Sayangnya, sekalipun telah mengalami berbagai perubahan, sistem yang digunakan saat ini, pada nyatanya masih belum mampu untuk mewujudkan cita-cita pendidikan Indonesia. Maka dari itu, menurut saya sangat diperlukan adanya beberapa perbaikan dalam sistem pendidikan saat ini. Namun, perbaikan disini bukan berarti perombakan sistem secara utuh, melainkan sedikit penambahan dan perubahan pada sistem saat ini. Lebih jelas lagi, maksud dari perbaikan dalam tulisan ini adalah dengan penanaman nilai-nilai liberal dalam sistem pendidikan dengan tujuan terselenggaranya pendidikan yang lebih terbuka, efektif dan efisien dalam upaya mewujudkan cita-cita pendidikan Indonesia.

Jumat, 21 Oktober 2016

Sholat Dalam Pandangan 5 Madzhab Fiqih Islam

Sholat merupakan salah satu ibadah dalam islam, yang dilakukan dengan gerakan-gerakan dan bacaan-bacaan yang diatur dalam syariat. Gerakan sholat dimulai dengan takbiratul ihram, dan diakhiri dengan salam. Dalam pelaksanaanya ada berbagai pandangan tentang cara pelaksanaan sholat, namun yang harus diketahui yaitu perbedaan-perbedaan ini tidak merubah sediktpun esensi dari sholat tersebut. Perbedaan pandangan ini, dapat dikatakan wajar dikarenakan, para ahli fiqh dalam hal ini Imam-Imam Madzhab, datang atau hadir  3 generasi setelah meninggalnya Rasulallah SAW. Dalam pembahasaan kali ini akan diungkapkan pandangan dalam 5 Madzhab, yaitu 4 Imam Ahlus-Sunnah, yaitu Imam Hambali, Imam Syafi'i, Imam Maliki, dan Imam Hanafi, beserta dengan Imam Syi'ah, yakni Imam Ja,far Ash-Shadiq. Diantara kelima Madzhab ini, sekalipun dalam pandangannya memiliki sedikit perbedaan, tidak pernah menyatakan bahwa pandangannya adalah yang paling benar, karena mereka semua mengakui bahwa kebenaran hakiki hanya dimiliki oleh Allah SWT.

Senin, 03 Oktober 2016

SEKILAS PERLAWANAN TERHADAP PSIKOLOGI RADIKAL BARAT OLEH PSIKOLOGI TASAWUF.



            Jiwa merupakan persoalan yang cukup menarik untuk di kaji, bahkan didalami di barat, sehingga melahirkan para tokoh-tokoh terkemuka diantaranya; Sigmund freud, Hume, jhon locke, Watson, kohler, Jung, Kantdan masih banyak lagi. Kajian psikologi yang di adakan di dunia barat mangambil pondasi akal sebagai satu-satunya alat ukur mutlak. Pendewaan akal bagi banyak kalangan tokoh barat ini menjadikan sudut pandang yang bersifat manafikan potensi-potensi lain dalam diri manusia. Salah satu yang menjadi pandangan barat terhadap manusia adalah bahwa manusia tidak lebih dari sekedar tubuh dan pikiran yang berkembang dari sisitem saraf tubuh. Hal ini jelas menunjukan perspektif barat yang sangat menolak potensi lain dalam diri manusia selain akal.

Sabtu, 01 Oktober 2016

Strategi Pelajar Islam Indonesia Dalam Membangun Hubungan Pelajar Islam Dan Pelajar Non-Islam Kota Manado



           Harus diakui, bahwa adanya keberagaman masyarakat, memiliki potensi terjadinya konflik dan ancaman terhadap integritas sosial. sebagaimana konflik yang terjadi di maluku (1999-2001), Ketapang (1998), Poso (1999-2002) dan lainnya. Kehadiran era reformasi yang semula diharapkan untuk mempersempit sekat-sekat perbedaan, justru membuat beberapa oknum anak bangsa membenarkan aksi agresif sektarian, militansi ekstrem, kebrutalan, separatisme dan tindakan-tindakan kekerasan lain yang bisa mengancam kesatuan nasional. Apalagi, aksi destruktif tersebut banyak bersembunyi dibalik dalil agama.